Sabtu, 09 November 2019

Manajemen Pemasaran Era Revolusi Industri 4.0

MANAJEMEN PEMASARAN
ERA REVOLUSI INDUSTRI
Disusun Oleh :
                                                       Nama                    : Silvia Sarah Dyani
                                                       Kelas                    : 4EA30
                                                       Npm                     : 17216048








FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
PTA 2019/2020
BAB II
Mengidentifikasi Aspek Lingkungan Ekonomi, Pola Konsumsi,
Dan Perkembangan Pasar
A.    Tinjauan Ekonomi Dunia
Ekonomi dunia atau ekonomi global secara umum merujuk ke ekonomi yang didasarkan pada ekonomi nasional semua negara di dunia. Ekonomi global juga dapat dipandang sebagai ekonomi masyarakat global dan ekonomi nasional – yaitu ekonomi masyarakat setempat, sehingga menciptakan satu ekonomi global. Ekonomi dunia dapat dievaluasi dengan berbagai cara. Misalnya, tergantung model yang dipakai, penilaian yang dipakai dapat direpresentasikan menggunakan mata uang tertentu, misalnya dolar AS tahun 2006 atau euro tahun 2005.
B.     Sistem Ekonomi
Di dunia ini terdapat tiga jenis sistem ekonomi, yaitu kapitalis, sosialis, dan campuran. Klasifikasi ini didasarkan pada metode mengalokasikan sumber daya dalam sistem, yang masing-masing berupa alokasi pasar, alokasi berdasarkan perintah atau rencana sentral dan alokasi campuran.
a.    Alokasi pasar adalah sistem yang mengandalkan pada konsumen untuk mengalokasikan sumber daya.
b.    Alokasi berdasarkan perintah. Dalam sistem alokasi perintah,  pemerintah mempunyai kekuasaan untuk melayani masyarakat. Hal ini termasuk keputusan produk mana yang harus dibuat dan cara membuatnya.
c.    Alokasi campuran. sebenarnya tidak ada sistem alokasi pasar atau perintah yang murni di antara perekonomian dunia. Semua sistem pasar mempunyai sektor perintah, dan semua sistem perintah mempunyai sektor pasar; dengan kata lain, mereka “campuran” Sektor alokasi perintah aalah proporsi produk domestik bruto yang dikenai pajak dibelanjakan oleh pemerintah.

C.    Perkembangan Pasar
Pasar Negara global berada dalam tahap perkembangan yang berbeda. PNB per kapita merupakan dasar segmentasi demografi yang berguna. Dengan dasar ini kita telah membagi pasar global menjadi empat kategori. Walaupun definisi pendapatan untuk masing-masing tahap masih diperdebatkan, Negara-negara yang berada dalam keempat kategori itu mempunyai karakteristik yang serupa, sehingga tahap-tahap tadi memberikan dasar yang bermanfaat untuk melakukan segmentasi global dan menemukan sasaran pemasaran.
a.       Negara yang berpenghasilan Rendah
Negara berpenghasilan rendah, juga dikenal sebagai Negara perindustri, adalah Negara-negara yang mempunyai pendapatan kurang dari $766 per kapita
b.      Negara berpenghasilan menengah bawah
Bahwa Negara berpenghasilan menengah bawah, juga dikenal sebagai Negara berkembang, adalah Negara-negara yang mempunyai PNB lebih dari $788 dan kurang dari $3.036 per kapita.
c.       Negara berpenghasilan menengah Atas
Dikenal juga sebagai Negara industry baruadalah Negara mempunyai PNB antara $3.035 dan $9.386 per kapita.
d.      Negara berpenghasilan tinggi
Negara berpenghasilan tinggi, juga dikenal sebagai negara maju, industri, pasca industri atau Dunia Pertama, adalah negara-negara yang mempunyai PNB di atas $9.386 per kapita.

D.    Pola Konsumsi
Tergantung pada sofistikasi sistem pengumpulan data sebuah negara, data ekonomi tentang pola konsumsi dapat diperoleh dan dianalisis. Bagian dari pendapatan yang dibelanjakan untuk berbagai kebutuhan pokok akan memberikan suatu indikasi atas tingkat perkembangan pasara dan juga aproksi-aproksi seberapa banyak uang konsumen yang tersisa untuk berbagai pembelian lainnya.

E.     Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran merupakan suatu ikhtisar yang meringkas transaksi – transaksi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu (biasanya 1 tahun ). Neraca pembayaran mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, hibah dari individu dan pemerintah asing, dan transaksi finansial. Umumnya neraca pembayaran terbagi atas neraca transaksi berjalan dan neraca lalu lintas modal dan finansial, dan item item finansial. Dan untuk menyusun neraca pembayaran luar negeri atau neraca pembayaran internasional, perlu dibedakan antara transaksi debit dengan transaksi kredit.
a.    Transaksi Debit adalah transaksi yang menimbulkan bertambahnya kewajiban bagi   penduduk negara yang mempunyai neraca pembayaran tersebut untuk mengadakan pembayaran kepada penduduk negara lain.
b.      Transaksi Kredit adalah transaksi yang menimbulkan bertambahnya hak bagi penduduk yang mempunyai neraca pembayaran tersebut untuk menerima pembayaran dari negara lain.

F.     Pola Perdagangan
Para Ekonomi tak dapat membahas dampak perdagangan internasional atau menyarankan perubahan kebijakan pemerintah mengenai perdagangan dengan meyakinkan kecuali kalau mereka mengetahui bahwa teori mereka cukup memadai untuk menjelaskan perdagangan internasional yang diamati dari kondisi nyata. karenanya, upaya-upaya dalam menjelaskan pola perdagangan internasional- siapa menjual apa kepada siapa — telah merupakan sesuatu yang menarik perhatian di kalangan ahli ekonomi internasional.
Dalam perdagangan internasional mempunyai banyak aturan yang diterapkan sebelum mengunyah di perdagngan internasional, maka kita harus tahu apa :
Ø  Motif dari perdagangan internasional.
Ø  Fungsi perdagangan internasional.
Ø  Timbulnya perdagangan internasional.
Ø  Faktor-faktor yang mendorong terjadinya perdagangan internasional.
Ø  Manfaat perdagangan internasional.
Ø  Macam-macam perdagangan internasional.
Ø  Teori perdagangan internasional.

G.    Aspek Dasar Budaya
Bagi ahli antropologi dan sosiologi, budaya adalah “cara hidup” yang dibentuk oleh sekelompok manusia yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Budaya termasuk kesadaran dan ketidaksadaran akan nilai, ide, sikap, dan simbol yang membentuk perilaku manusia dan diteruskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Seperti didefinisikan oleh seorang ahli antropologi organisasi Geert Hofstede, budaya adalah “tatanan kolektif dari pikiran yang membedakan anggota tersebut dari satu kategori orang dengan orang lainnya.”

H.    Pendekatan Analisis Fakto-faktor Budaya
Untuk mengatasi sikap etnosentris budaya, para manajer harus berusaha untuk mempelajari dan menginternalisasi perbedaan-perbedaan budaya itu :
Ø  Menerima bahwa kita tidak akan pernah benar - benar memahami diri kita sendiri atau orang lain
Ø  Sistem persepsi kita sangat terbatas
Ø  Kita menghabiskan sebagian besar energi untuk mengelola masukan persepsi
Ø  Ketika kita tidak memahami keyakinan dan nilai - nilai sistem budaya tertentu dan masyarakat, hal - hal yang kita amati dan pengalaman mungkin tampak "aneh.“
Ø  Berusaha untuk memahami bahwa keyakinan budaya itu, motif, dan nilai.

I.       Negoisasi
Negosiasi adalah sebuah bentuk interaksi sosial saat pihak-pihak yang terlibat berusaha untuk saling menyelesaikan tujuan yang berbeda dan bertentangan. Menurut kamus Oxford, negosiasi adalah suatu cara untuk mencapai suatu kesepakatan melalui diskusi formal.
Negosiasi merupakan suatu proses saat dua pihak mencapai perjanjian yang dapat memenuhi kepuasan semua pihak yang berkepentingan dengan elemen-elemen kerja sama dan kompetisi. Termasuk di dalamnya, tindakan yang dilakukan ketika berkomunikasi, kerjasama atau memengaruhi orang lain dengan tujuan tertentu. Contoh kasus mengenai negosiasi, seperti Christopher Columbus meyakinkan Ratu Elizabeth untuk membiayai ekspedisinya saat Inggris dalam perang besar yang memakan banyak biaya atau sengketa Pulau Sipadan-Ligitan antara Indonesia dengan Malaysia.



J.      Produk Industry
Produk industri (business products), adalah barang yang akan menjadi begitu luas dipergunakan dalam program pengembangan pemasaran. Barang industri juga dapat dirinci lebih lanjut jenisnya antara lain sebagai berikut.
Ø Bahan mentah, yaitu barang yang akan menjadi bahan baku secara fisik untuk memproduksi produk lain, seperti hasil hutan, gandum, dan lain sebagainya.
Ø Bahan baku dan suku cadang pabrik, yaitu barang industri yang digunakan untuk suku cadang yang aktual bagi produk lain, misalnya mesin, pasir, dan lain sebagainya.
Ø Perbekalan operasional, yaitu barang kebutuhan sehari-hari bagi sektor industri, misalnya alat-alat kantor, dan lain-lain.



K.    Produk Konsumen
Produk konsumsi (consumer products) adalah barang yang dipergunakan oleh konsumen akhir atau rumah tangga dengan maksud tidak untuk dibisniskan atau dijual lagi. Barang-barang yang termasuk jenis produk konsumsi ini antara lain sebagai berikut:
Ø Barang kebutuhan sehari-hari (convenience goods), yaitu barang yang umumnya sering kali dibeli, segera dan memerlukan usaha yang sangat kecil untuk memilikinya, misalnya barang kelontong, baterai, dan sebagainya.
Ø  Barang belanja (shopping goods), yaitu barang yang dalam proses pembelian dibeli oleh konsumen dengan cara membandingkan berdasarkan kesesuaian mutu, harga, dan model, misalnya pakaian, sepatu, sabun, dan lain sebagainya.
Ø  Barang khusus (speaciality goods), yaitu barang yang memiliki ciri-ciri unik atau merk kas dimana kelompok konsumen berusaha untuk memiliki atau membelinya, misalnya mobil, kamera, dan lain sebagainya.






SUMBER :
http://iraimilda214.blogspot.com/2018/11/manajemen-pemasaran-global.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar