MANAJEMEN
PEMASARAN
ERA REVOLUSI INDUSTRI

Disusun
Oleh :
Nama :
Silvia Sarah Dyani
Kelas :
4EA30
Npm
: 17216048
FAKULTAS
EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
PTA
2019/2020
BAB I
Konsep Pemasaran Global, Kekuatan
yang Mendorong dan Menghambat,
Orientasi Manajemen,dan Bisnis
Internasional
A.
Konsep
Pemasaran Universal
·
Konsep Produksi
Anggapan pemasar yang
berorientasi kepada proses produksi bahwa konsumen hanya akan membeli
produk-produk yang murah. Dengan demikian focus kegiatan perusahaan yang harus
dilakukan adalah efisiensi biaya agar dapat menjual barang dengan murah kepada
konsumen
·
Konsep Produk
Aggapan pemasar bahwa
konsumen lebih menghandaki produk-produk yang berkualitas atau berpenampilan
baik. Dengan demikian tujuan bisnis perusahaan adalah pengendalian kualitas.
·
Konsep Penjualan
Anggapan pemasar yang
berorientasi kepada tingkat penjualan bahwa konsumen perlu dipengaruhi agar
penjualan dapat meningkat sehingga tercapai profit maksimu sebagai tujuan
perusahaan. Dengan demikian focus kegiatan perusahaan adalah usaha-usaha
meningkatkan cara-cara penjualan dan kegiatan promosi yang instensif agar mampu
mempengaruhi, membujuk konsumen untuk membeli sehingga penjualan dapat
meningkat.
·
Konsep Pemasaran
Anggapan pemasar yang
berorientasi kepada pelanggan eksternal bahwa konsumen hanya akan membeli
produk-produk yang mampu memenuhi kebutuhan dan memberikan kepuasan. Dengan
demikian focus kegiatan perusahaan adalah berusaha memenuhi kepuasan pelanggan
melalui pemahaman perilaku konsumen.
·
Konsep Pemasaran yang Masyarakat
(sosial)
Anggapan pemasar bahwa
konsumen hanya bersedia membeli produk-produk yang mampu memnuhi kebutuhan
serta kesejahteraan lingkungan sosial konsumen. Tujuan kegiatan perusahaan
adalah disamping berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat juga memperbaiki relasi
antara produsen dan syarakat untuk peningkatan kesejahteraannya.
B.
Pemasaran
Domestik ke Pemasaran Global
·
Pemasaran Domestik
Pemasaran yang secara
nyata ditujukkan pada pasar dalam negeri disebut dengan pasar domestik. Suatu
perusahaan yang berkecimpung dalam pemasaran domestik mungkin melakukan hal ini
untuk memfokuskan pada pemasaran domestik untuk menghindari belajar cara
memasarkan ke luar negeri
·
Pemasaran Ekspor
Pemasaran ekspor adalah
tahap pertama untuk menanggapi kesempatan pasar di luar negeri. Pemasaran
ekspor menjadikan pasar luar negeri sasaran dan menggantungkan diri pada
produksi dalam negeri untuk memasok pasar ini.
·
Pemasaran Internasional
Pemasar internasional
bertindak lebih jauh lagi dari pemasar ekspor dan menjadi lebih terlibat dalam
lingkungan pemasaran dalam negara tempat perusahaan tadi melakukan bisnis.
Misalnya, pemasar internasional mencari sumber produk diluar negeri agar dapat
menikmati keunggulan yang lebih besar
·
Pemasaran Multinasional
Organisasi pemasaran
internasioal mulai dengan memfokuskan pada memanfaatkan pengalaman dan produk
perusahaan.
·
Pemasaran Global
Pemasaran global
memfokuskan pada aset, pengalaman, dan produk perusahaan secara global dan
melakukan penyesuaian pada apa yang benar-benar unik dan berbeda dalam setiap
negara.
C.
Kekuatan
yang Mendorong dan Menghambat
a. Kekuatan
yang Mendorong
Ø Kebutuhan
Pasar
Kebanyakan pasar global
tidak terjadi secara alami. Pasar seperti
itu harus diciptakan dengan usaha pemasaran.
Ø Teknologi
Ada kekuatan yang amat
besar yang mendorong dunia ke arah menyatunya hal-hal yang sudah umum, dan
kekuatan itu adalah teknologi. Teknologi menyederhanakan komunikasi,
transportasi dan perjalanan.
Ø Biaya
Keseragaman dapat
menurunkan biaya riset, rekayasa dan desain di semua fungsi bisnis, dari
rekayasa dan pembuatan sampai pemasaran dan administrasi.
Ø Mutu
Volume global
menghasilkan penerimaan yang lebih besar dan margin operasi yang lebih besar
untuk mendukung mutu desain dan pembuatan. Sebuah perusahaan global dan lokal
mungkin masing-masing mengeluarkan 5 persen untuk riset dan pengembangan,
tetapi perusahaan global mungkin mempunyai pendapatan 10 kali lebih besar dari
perusahaan lokal.
Ø Komunikasi
dan Transportasi
Revolusi informasi
memberikan kontribusi pada berkembangnya pemasaran global. Setiap orang
menginginkan perwujudan produk yang terbaik, paling mutakhir dan paling modern.
Ø Daya
Tuas
Salah satu kelebihan
perusahaan global adalah kesempatan untuk mengembangkan daya tuas yang
dimilikinya karena perusahaan itu beroperasi secara stimultan di lebih dari
satu pasar nasional.
b. Kekuatan
Yang Menghambat
Ø Perbedaan
Pasar
Dalam setiap kategori
produk, perbedaan masih cukup banyak di antara batas negara dan budaya yang
memerlukan adaptasi paling sedikit dari bauran pemasaran. Perusahaan yang
mengabaikan perbedaan ini dan yang telah mencoba strategi merek dagang global
tanpa memikirkan perbedaan ini akan menghadapi kegagalan.
Ø Sejarah
Bahkan sekalipun
produknya sendiri merupakan calon yang baik untuk globalisasi, sejarah merek
dagang mungkin masih memerlukan strategi pemasaran yang khusus dan berbeda,
serta di setiap negara perlu penentuan posisi sendiri.
Ø Kecadokan
Manajemen
Sebuah contoh dari
kecadokan manajemen adalah perusahaan yang tidak mempertahankan kepemimpinan
dalam menciptakan nilai pelanggan ketika memperluas wilayah geografi. Sebuah
perusahaan yang melihat ke belakang tidak memperluas wilayahnya secara
geografis.
Ø Budaya
Organisasi
Dalam perusahaan dengan
manajemen anak perusahaan mengetahui semuanya, tidak ada lagi ruang untuk visi
dari puncak. Perusahaan global yang sukses adalah pemasar yang telah belajar
cara memadukan visi global dan perspektif dengan inisiatif dan masukan pasar
lokal.
Ø Kendali
Nasional/Hambatan untuk Masuk Suatu Negara
Setiap negara
melindungi perusahaan lokal dan kepentingannya dengan memegang kendali terhadap
akses pasar dan jalan masuknya. Kendali ini bervariasi dari yang berteknologi
rendah berupa pengendalian monopoli tembakau dari akses ke pasar tembakau
sampai yang berteknologi tinggi berupa pengendalian pemerintah nasional
terhadap pasar pemancar.
D.
Kekuatan
yang Mendasari Bisnis Internasional
·
Orientasi Manajemen
Orientasi adalah
asusmsi atau keyakinan, yang seringkali tidak disadari, mengenai sifat dunia
ini. Ada 3 orientasi dasar yang menjadi pedoman pekerjaan eksekutif
internasional; etnosentris, polisentris, dan geosentris. Konsep ini kemudian
dikembangkan dengan memasukan orientasi regional dan menjadi skema EPRG
(etnosentrisme, Polisentrisme, regiontrisme, geosentrisme).
·
Kerangka Kerja Moneter Internasional
Pertumbuhan yang cepat
dari perdagangan dan investasi dalam era pasca perang dunia II telah
menciptakan kebutuhan likuiditas internasional yang semakin mendesak untuk
mempermudah pertukaran barang dan jasa antar negara. Dengan adanya kerangka
kerja moneter internasional yang memadai memungkinkan perusahaan untuk
membiayai perdagangan dan investasi global, dan untuk meneruskan usaha
pemasaran global mereka
·
Sistem Perdagangan Dunia
Sistem perdagangan
dunia pasca perang dunia II disusun dengan keinginan umum menghindari
kembalinya praktik perdangangan terbatas dan diskriminatoris seperti yang
terjadi pada tahun 1920-an. Ada komitmen untuk menciptakan dunia bebas yang
memungkinkan arus barang dan jasa secara bebas antar negara. Sistem yang muncul
dari komitmen ini termasuk General Agreement on Tarrifs and Trade (GATT), yang
menyediakan kerangka kerja institusional dan satu rangkaian yang terdri dari
empat peraturan dan prinsip dalam usaha yang membebaskan perdagangan.
·
Perdamaian Global
Sejak tahun 1945 dunia
masih terbebas dari konflik besar dunia seperti yang menandai paruh pertama
abad ini. Walaupun kondisi ini tidak sepenuhnya damai, tetapi keadaan ini
menyediakan dasar yang relatif stabil untuk perekonomian yang sehat dan cepat.
·
Pertumbuhan Ekonomi Domestik
Jadi ada dua alasan
mengapa pertumbuhan ekonomi menjadi kekuatan yang mendasari perluasan ekonomi
internasional. Pertama, pertumbuhan telah menciptakan kesempatan pasar. Adanya
kesempatan pasar menjadi faktor pendorong perusahaan untuk memperluas
jangkauannya ke pasar internasional. Kedua, pertumbuhan ekonomi telah mengurangi
penolakan, yang mungkin telah berkembang, sebagai respons terhadap masuknya
perusahaan asing ke dalam ekonomi domestik.
·
Teknologi Komunikasi dan Transportasi
Hambatan waktu dan
biaya akibat jarak telah jauh berkurang dalam 100 tahun terakhir. Meningkatnya
kecepatan dan kapasitas komunikasi berbiaya rendah merupakan kekuatan utama
untuk mempermudah perluasan bisnis internasional.
·
Korporasi Global
Korporasi global, atau
perusahaan apapun yang mempunyai tujuan bisnis global dengan menghubungkan
sumber daya dunia dengan kesempatan pasar dunia, adalah organisasi yang telah
bereaksi terhadap kekuatan yang mendorong, menghambat, dan melandasi di dunia.
E.
Beberapa
Konsep Kunci
a. Strategi
Sebagai respon yang dipertimbangkan dari sebuah organisasi
pada kenyataan dari organisasi pihak yang berkepentingan dan kenyataan dari
lingkungan bisnis. Terdapat tiga dimensi strategi yaitu:
Ø Lingkungan eksternal perusahaan.
Ø Organisasi (lingkungan internal
perusahaan).
Ø Nilai pihak yang berkepentingan.
Ø Perusahaan di dunia
b. Perusahaan di Dunia
c. Pengelompokan, Segmentasi dan Target
Pasar
Ø Ukuran pasar.
Geografis
adalah kriteria pengelompokan dengan makna yang besar, negara yang saling
berdekatan mempunyai perbedaan dan persamaan.
Ø Bahasa dan budaya adalah
karakteristik lain yang membedakan pasar.
d. Kepekaan Lingkungan
Contohnya
produk-produk mewah tidak dapat dijual pada konsumen yang berpendapatan
rendah.Hypermarket yang menjual makanan, perabotan atau barang-barang tahan
lama membutuhkan sejumlah besar konsumen.
e. Pengaruh yang Mempersatukan dan
Membedakan
Aspek
unik mempunyai pengaruh yang membedakan; aspek serupa memberikan pengaruh yang
menyatukan. Apabila analisis sebuah pasar hanya memfokuskan pada aspek yang
unik atau yang serupa, hasilnya adalah analisis sepihak, akhirnya program
pemasaran yang dikembangkan akan terlalu standar atau terlalu berbeda.
f. Daur Hidup Produk
Suatu
produk mempunyai karakteristik atau kehidupan normal dengan urutan awal atau
kelahiran dan pertumbuhan cepat (tahap pertumbuhan) diikuti dengan pertumbuhan
yang kecepatannya menurun, tidak ada pertumbuhan, penurunan dan akhirnya mati
F. Tahap-tahap
Pengembangan Korporasi Internasional Tipologi Dinamis
a. Tahap Pertama : Perusahaan Domestik
Fokus
perusahaan ini pada pasar domestik, pemasok domestik dan pesaing domestik.
Lingkungan perusahaan terbatas pada lingkungan domestik yang sudah dikenal,
yaitu negara sendiri. Jadi fokus, visi, orientasi dan operasinya adalah
domestik. Jadi perusahaan domestik adalah suatu unit bisnis yang tingkat
operasional dan pangsa pasarnya berada dalam suatu wilayah saja tanpa melewati
batas suatu negara.
b. Tahap Kedua : Perusahaan
Internasional
Pada
tahap kedua, perusahaan mulai mengembangkan kegiatannya ke luar negeri,
termasuk kegiatan pemasaran, pengembangan pabrik dan kegiatan lainnya. Walaupun
kegiatannya sudah berkembang ke luar negeri, akan tetapi pada tahap ini
perusahaan masih etnosentris atau berorientasi dalam negeri sebagai orientasi
dasarnya, dan fokusnya masih tetap pada pasar dalam negeri. Strategi pemasaran
dari perusahaan tahap kedua adalah
perluasan, artinya praktik bisnis yang dikembangkan untuk pasar dalam
negeri diperluas untuk pasar di luar negeri, termasuk di dalamnya produk,
iklan, promosi dan penetapan harga. Dengan sumber daya dan pengalaman yang
terbatas, perusahaan harus memfokuskan pada apa yang paling baik untuk mereka.
c. Tahap Ketiga : Perusahaan
Multinasional
Pada
tahap ketiga, perusahaan yang berada pada tahap kedua mulai menemukan bahwa
perbedaan dalam pasar di seluruh dunia menuntut adaptasi dari bauran pemasaran
agar dapat sukses. Apabila sebuah perusahaan sudah mulai memutuskan untuk
memberikan respons terhadap perbedaan pasar, maka perusahaan itu telah beranjak
menjadi perusahaan multinasional. Fokus perusahaan adalah multinasional atau
dalam istilah strategis disebut multidomestik, yang artinya perusahaan tersebut
merumuskan strategi yang unik untuk setiap negara tempat perusahaan melakukan
bisnis. Orientasi perusahaan bergeser dari etnosentris ke polisentris, yaitu
asumsi bahwa pasar dan cara melakukan bisnis di seluruh dunia demikian unik,
sehingga satu-satunya cara agar sukses secara internasional adalah melakukan
penyesuaian pada aspek yang berbeda dari setiap pasar nasional.Strategi
pemasaran tahap ketiga adalah menyesuaikan bauran pemasaran domestik agar cocok
dengan pilihan dan kebiasaan asing. Penyesuaian dengan budaya di tiap negara yang dimasuki adalah suatu
keharusan untuk dapat bertahan dan sukses. Dengan mendirikan banyak unit
produksi di negara lain diharapkan dapat menghemat biaya produksi dan
distribusi produk sehingga sampai ke tangan konsumen akhir.
d. Tahap Keempat : Perusahaan Global
Pada
tahap kekempat, perusahaan multinasional membuat ancangan strategi yang cukup
besar dan menjadi perusahaan global. Perusahaan global pasti mempunyai strategi
pemasaran global atau menentukan pemasok global, tetapi tidak pernah
kedua-duanya. Perusahaan ini akan memfokuskan pada pasar dan sumber daya global
dari dalam negeri atau salah satu negara lain untuk memasok pasar ini, atau
akan memfokuskan pada pasar domestik dan sumber daya dari dunia untuk memasok
saluran distribusi domestik.
e. Tahap Kelima : Perusahaan
Transnasional
Pada
tahap kelima, perusahaan global semakin lama semakin mendominasi pasar dan
industri di seluruh dunia dan kemudian menjadi perusahaan transnasional yang
merupakan perusahaan dunia yang terpadu yang menghubungkan sumber daya global
dengan pasar global dan membuat laba. Perusahaan pada tahap kelima mempunyai
orientasi geosentris, mengakui adanya perbedaan dan persamaan serta mengadopsi
pandangan dunia. Perusahaan mengadopsi strategi global yang memungkinkannya
untuk meminimalkan penyesuaian di berbagai negara pada yang benar-benar
menambah nilai bagi pelanggan di negara tersebut.
SUMBER
:
https://muhamadirpanhariawan.wordpress.com/2018/10/10/manajemen-pemasaran-global/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar