MANAJEMEN
PEMASARAN
ERA REVOLUSI INDUSTRI

Disusun
Oleh :
Nama :
Silvia Sarah Dyani
Kelas :
4EA30
Npm
: 17216048
FAKULTAS
EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
PTA 2019/2020
BAB II
Mengidentifikasi Aspek Lingkungan
Ekonomi, Pola Konsumsi,
Dan Perkembangan Pasar
A.
Tinjauan
Ekonomi Dunia
Ekonomi dunia atau ekonomi global
secara umum merujuk ke ekonomi yang didasarkan pada ekonomi nasional semua
negara di dunia. Ekonomi global juga dapat dipandang sebagai ekonomi masyarakat
global dan ekonomi nasional – yaitu ekonomi masyarakat setempat, sehingga
menciptakan satu ekonomi global. Ekonomi dunia dapat dievaluasi dengan berbagai
cara. Misalnya, tergantung model yang dipakai, penilaian yang dipakai dapat
direpresentasikan menggunakan mata uang tertentu, misalnya dolar AS tahun 2006
atau euro tahun 2005.
B.
Sistem
Ekonomi
Di dunia ini terdapat tiga jenis sistem
ekonomi, yaitu kapitalis, sosialis, dan campuran. Klasifikasi
ini didasarkan pada metode mengalokasikan sumber daya dalam
sistem, yang masing-masing berupa alokasi pasar, alokasi berdasarkan
perintah atau rencana sentral dan alokasi campuran.
a. Alokasi
pasar adalah sistem yang mengandalkan pada konsumen untuk mengalokasikan sumber
daya.
b. Alokasi
berdasarkan perintah. Dalam sistem alokasi perintah,
pemerintah mempunyai kekuasaan untuk melayani masyarakat.
Hal ini termasuk keputusan produk mana yang harus dibuat dan cara
membuatnya.
c. Alokasi
campuran. sebenarnya tidak ada sistem alokasi pasar atau perintah yang murni di
antara perekonomian dunia. Semua sistem pasar mempunyai sektor perintah, dan
semua sistem perintah mempunyai sektor pasar; dengan kata lain, mereka
“campuran” Sektor alokasi perintah aalah proporsi produk domestik bruto
yang dikenai pajak dibelanjakan oleh pemerintah.
C. Perkembangan Pasar
Pasar
Negara global berada dalam tahap perkembangan yang berbeda. PNB per kapita
merupakan dasar segmentasi demografi yang berguna. Dengan dasar ini kita telah
membagi pasar global menjadi empat kategori. Walaupun definisi pendapatan untuk
masing-masing tahap masih diperdebatkan, Negara-negara yang berada dalam
keempat kategori itu mempunyai karakteristik yang serupa, sehingga tahap-tahap
tadi memberikan dasar yang bermanfaat untuk melakukan segmentasi global dan
menemukan sasaran pemasaran.
a. Negara
yang berpenghasilan Rendah
Negara berpenghasilan rendah, juga
dikenal sebagai Negara perindustri, adalah Negara-negara yang mempunyai
pendapatan kurang dari $766 per kapita
b. Negara
berpenghasilan menengah bawah
Bahwa Negara berpenghasilan menengah
bawah, juga dikenal sebagai Negara berkembang, adalah Negara-negara yang
mempunyai PNB lebih dari $788 dan kurang dari $3.036 per kapita.
c. Negara
berpenghasilan menengah Atas
Dikenal juga sebagai Negara industry
baruadalah Negara mempunyai PNB antara $3.035 dan $9.386 per kapita.
d. Negara
berpenghasilan tinggi
Negara berpenghasilan tinggi, juga
dikenal sebagai negara maju, industri, pasca industri atau Dunia Pertama,
adalah negara-negara yang mempunyai PNB di atas $9.386 per kapita.
D. Pola Konsumsi
Tergantung
pada sofistikasi sistem pengumpulan data sebuah negara, data ekonomi tentang
pola konsumsi dapat diperoleh dan dianalisis. Bagian dari pendapatan yang
dibelanjakan untuk berbagai kebutuhan pokok akan memberikan suatu indikasi atas
tingkat perkembangan pasara dan juga aproksi-aproksi seberapa banyak uang
konsumen yang tersisa untuk berbagai pembelian lainnya.
E. Neraca Pembayaran
Neraca
pembayaran merupakan suatu ikhtisar yang meringkas transaksi – transaksi antara
penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu
(biasanya 1 tahun ). Neraca pembayaran mencakup pembelian dan penjualan barang
dan jasa, hibah dari individu dan pemerintah asing, dan transaksi finansial.
Umumnya neraca pembayaran terbagi atas neraca transaksi berjalan dan neraca
lalu lintas modal dan finansial, dan item item finansial. Dan untuk menyusun
neraca pembayaran luar negeri atau neraca pembayaran internasional, perlu
dibedakan antara transaksi debit dengan transaksi kredit.
a. Transaksi
Debit adalah transaksi yang menimbulkan bertambahnya kewajiban bagi penduduk negara yang mempunyai neraca
pembayaran tersebut untuk mengadakan pembayaran kepada penduduk negara lain.
b. Transaksi Kredit adalah transaksi yang
menimbulkan bertambahnya hak bagi penduduk yang mempunyai neraca pembayaran
tersebut untuk menerima pembayaran dari negara lain.
F. Pola Perdagangan
Para
Ekonomi tak dapat membahas dampak perdagangan internasional atau menyarankan
perubahan kebijakan pemerintah mengenai perdagangan dengan meyakinkan kecuali
kalau mereka mengetahui bahwa teori mereka cukup memadai untuk menjelaskan
perdagangan internasional yang diamati dari kondisi nyata. karenanya,
upaya-upaya dalam menjelaskan pola perdagangan internasional- siapa menjual apa
kepada siapa — telah merupakan sesuatu yang menarik perhatian di kalangan ahli
ekonomi internasional.
Dalam
perdagangan internasional mempunyai banyak aturan yang diterapkan sebelum
mengunyah di perdagngan internasional, maka kita harus tahu apa :
Ø Motif
dari perdagangan internasional.
Ø Fungsi
perdagangan internasional.
Ø Timbulnya
perdagangan internasional.
Ø Faktor-faktor
yang mendorong terjadinya perdagangan internasional.
Ø Manfaat
perdagangan internasional.
Ø Macam-macam
perdagangan internasional.
Ø Teori
perdagangan internasional.
G.
Aspek
Dasar Budaya
Bagi ahli antropologi dan sosiologi, budaya adalah
“cara hidup” yang dibentuk oleh sekelompok manusia yang diturunkan dari satu
generasi ke generasi berikutnya. Budaya termasuk kesadaran dan ketidaksadaran
akan nilai, ide, sikap, dan simbol yang membentuk perilaku manusia dan
diteruskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Seperti didefinisikan
oleh seorang ahli antropologi organisasi Geert Hofstede, budaya adalah “tatanan
kolektif dari pikiran yang membedakan anggota tersebut dari satu kategori orang
dengan orang lainnya.”
H.
Pendekatan
Analisis Fakto-faktor Budaya
Untuk
mengatasi sikap etnosentris budaya, para manajer harus berusaha untuk
mempelajari dan menginternalisasi perbedaan-perbedaan budaya itu :
Ø Menerima bahwa kita tidak akan
pernah benar - benar memahami diri kita sendiri atau orang lain
Ø Sistem persepsi kita sangat terbatas
Ø Kita menghabiskan sebagian besar
energi untuk mengelola masukan persepsi
Ø Ketika kita tidak memahami keyakinan
dan nilai - nilai sistem budaya tertentu dan masyarakat, hal - hal yang kita
amati dan pengalaman mungkin tampak "aneh.“
Ø Berusaha untuk memahami bahwa
keyakinan budaya itu, motif, dan nilai.
I.
Negoisasi
Negosiasi adalah sebuah bentuk
interaksi sosial saat pihak-pihak yang terlibat berusaha untuk saling
menyelesaikan tujuan yang berbeda dan bertentangan. Menurut kamus Oxford,
negosiasi adalah suatu cara untuk mencapai suatu kesepakatan melalui diskusi
formal.
Negosiasi merupakan suatu proses saat
dua pihak mencapai perjanjian yang dapat memenuhi kepuasan semua pihak yang
berkepentingan dengan elemen-elemen kerja sama dan kompetisi. Termasuk di
dalamnya, tindakan yang dilakukan ketika berkomunikasi, kerjasama atau
memengaruhi orang lain dengan tujuan tertentu. Contoh kasus mengenai negosiasi,
seperti Christopher Columbus meyakinkan Ratu Elizabeth untuk membiayai
ekspedisinya saat Inggris dalam perang besar yang memakan banyak biaya atau
sengketa Pulau Sipadan-Ligitan antara Indonesia dengan Malaysia.
J.
Produk Industry
Produk industri (business products), adalah barang
yang akan menjadi begitu luas dipergunakan dalam program pengembangan
pemasaran. Barang industri juga dapat dirinci lebih lanjut jenisnya antara lain
sebagai berikut.
Ø Bahan
mentah, yaitu barang yang akan menjadi bahan baku secara fisik untuk
memproduksi produk lain, seperti hasil hutan, gandum, dan lain sebagainya.
Ø Bahan
baku dan suku cadang pabrik, yaitu barang industri yang digunakan untuk suku
cadang yang aktual bagi produk lain, misalnya mesin, pasir, dan lain
sebagainya.
Ø Perbekalan operasional, yaitu barang kebutuhan
sehari-hari bagi sektor industri, misalnya alat-alat kantor, dan lain-lain.
K.
Produk
Konsumen
Produk konsumsi (consumer products) adalah barang
yang dipergunakan oleh konsumen akhir atau rumah tangga dengan maksud tidak
untuk dibisniskan atau dijual lagi. Barang-barang yang termasuk jenis produk
konsumsi ini antara lain sebagai berikut:
Ø Barang
kebutuhan sehari-hari (convenience goods), yaitu barang yang umumnya sering
kali dibeli, segera dan memerlukan usaha yang sangat kecil untuk memilikinya,
misalnya barang kelontong, baterai, dan sebagainya.
Ø Barang belanja (shopping goods), yaitu barang yang
dalam proses pembelian dibeli oleh konsumen dengan cara membandingkan
berdasarkan kesesuaian mutu, harga, dan model, misalnya pakaian, sepatu, sabun,
dan lain sebagainya.
Ø Barang khusus (speaciality goods), yaitu barang yang
memiliki ciri-ciri unik atau merk kas dimana kelompok konsumen berusaha untuk
memiliki atau membelinya, misalnya mobil, kamera, dan lain sebagainya.
SUMBER :
http://iraimilda214.blogspot.com/2018/11/manajemen-pemasaran-global.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar